Uncategorized

Menanti Evolusi Taktik Sepakbola

Sang pencetus gaya permainan ini, Karl Rappen berpikiran kalau kunci kesuksesan dalam melakukan serangan berawal dari kokohnya pertahanan. Liputan6. com, Jakarta – Sepak bola bukanlah sebuah ilmu matematika yang menggunakan rumus. Permainan yang terdiri dari dua kesebelasan itu sudah jelas tidak bisa dihitung-hitung. Beberapa pemain akan melakukan gerakan lincah seperti menari-nari di lapangan untuk mengelabui lawan. Latihan untuk tugas yang sudah diberikan supaya dapat menghadapi tim calon lawan dengan baik di pertandingan nanti.

Pemain belakang sekarang dituntut tidak hanya bagus ketika melakukan tackling, tapi juga harus bagus dalam melakukan berbagai jenis umpan. Istilah yang sering dipakai untuk tipikal bek modern seperti ini adalah ball playing defender.

Pada kenyataannya, formasi tiga bek sekarang justru lebih seksi daripada formasi empat bek sebagai aplikasi sepakbola modern. Formasi ini sendiri lebih mudah diatasi jika para pemain sayapnya tak memiliki kedisiplinan yang diperlukan saat masuk mode bertahan. Formasi sendiri lebih mudah dipahami dan diterapkan di pertandingan yang sebenarnya. Dengan kata lain, suatu tim yang benar-benar diasah memakai formasi ini bisa mereguk kesuksesan demi kesuksesan. Selain itu, dua penyerang sayap dari selalu siap mengambil keuntungan dari dua full-back milik setiap kali mereka meninggalkan posnya untuk naik membantu serangan.

Selain bekerjasama, kesehatan tubuh juga tidak kalah penting untuk mengalahkan lawan mainmu. Kesehatan tubuh ini meliputi stamina, kebugaran dan tingkat konsentrasi yang nantinya akan digunakan saat bertanding di lapangan. Untuk menjaga kesehatan tubuh kamu dapat mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin C, A, E dan zat besi. Aksi diving para pemain sepakbolaDiving sendiri menjadi sebuah berdebatan antar pengamat sepakbola dan bahan pergunjingan antar supporter sepakbola.

Di catatan statistik, jangan terkejut jika kita akan mudah menemukan bek tengah sebagai salah satu pengumpan terbanyak dalam satu pertandingan. Oleh karena itu artikel ini akan coba mengupas formasi beserta cara mengeksekusinya dan sejauh mana sistem ini akan bisa bersaing di sepakbola modern. Jika kita cukup beruntung, mungkin juga kita bisa menemukan formula yang lebih cocok untuk sepakbola lokal, yang di dekade terakhir kualitasnya terus merosot, bersamaan dengan mulai masifnya penggunaan skema empat bek. Tapi diantara beberapa variasi tersebut, musim ini Paulo Sousa di Fiorentina memiliki varian yang sepertinya bisa menjadi penantang yang cukup sepadan untuk skema empat bek yang sebelumnya sudah mapan.

Fiorentina memainkan formasi, dengan dipadu beberapa pergerakan yang membuat sistem yang dipakai begitu fleksibel, sekaligus sangat bagus ketika melakukan dua fase transisi. Sebagai dedengkot sepakbola modern, Pep Guardiola sejak musim lalu di Bayern Munchen juga mulai gemar untuk bereksperimen dengan formasi tiga bek dan segala jenis variannya. Jika ada yang bilang formasi tiga bek sudah tidak mendapatkan tempat di sepakbola modern, mungkin dia harus merevisi pernyataan tersebut.

Jika sudah berlatih tentu harus diimbangi dengan latihan yang cukup. Bayangkan jika tubuh kita ditempa latihan terus-terus tanpa istirahat, bukannya sehat malah sakit. Akibatnya malah tidak bisa mengikuti pertandingan dan dirawat di rumah sakit. Jika dalam sebuah tim tidak dijaga kesehatannya, maka tim tersebut akan kekurangan pemain dan pastilah tidak bisa bertanding.

Striker sentral itu harus bisa menjaga possession dan membawa dua rekannya di posisi penyerang sayap untuk bergabung dalam serangan. Formasi menguntungkan bagi tim yang memiliki pemain-pemain dengan kemampuan operan luar biasa. Dalam formasi 4-5-1, para gelandangnya tak selalu siap untuk naik menyerang maupun memberi dukungan kepada ujung tombak, tidak seperti pada atau 4-3-3. Alhasil, mengejar skor dengan formasi ini merupakan sebuah tantangan yang sangat berat.